Cara Sederhana Menghindari Kabut Asap Bagi Kesehatan Tubuh Kita
loading...
Kabut Asap - Ancaman penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) hingga masalah
pencernaan mengancam masyarakat terpapar asap kebakaran hutan.
Spesialis
pulmonologi dan ilmu kedokteran respirasi FKUI, Prof. dr. Tjandra Yoga
Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, mengatakan, lama paparan asap
hingga menyebabkan seseorang jatuh sakit ringan hingga berat umumnya
bervariasi dan ditentukan oleh setidaknya lima hal.
"Yaitu,
seberapa pekatnya asap, seberapa besarnya kontak seseorang dengan asap,
daya tahan tubuh seseorang, ada tidaknya alergi dan ada tidaknya
penyakit kronik pada orang yang terkena asap kebarakan hutan," kata
Tjandra kepada ANTARA News, Senin.
Oleh karena itu, dia
mengingatkan masyarakat untuk melindungi diri dari dampak buruk asap
kebakaran hutan ini dengan empat langkah berikut.
1. Kurangi aktivitas luar ruangan dan pakai masker
Tjandra menyarankan masyarakat di kawasan terpapar asap untuk
mengurangi atau bahkan menghindari aktivitas di luar rumah. "Terutama
bagi mereka yang menderita penyakit jantung dan gangguan pernafasan,"
ujar dia. "Upayakan agar polusi di luar tidak masuk ke dalam rumah,
sekolah, kantor dan ruang tertutup lainnya."
2. Praktikkan gaya hidup bersih sehat
Tjandra menyarankan masyarakat menerapkan hidup bersih sehat (PHBS)
misalnya mengonsumsi makanan bergizi, tidak merokok, melakukan istirahat
yang cukup.
3. Segera berobat ke dokter bila alami gangguan bernafas
Menurut Tjandra, bila kesulitan bernafas, batuk berkepanjangan, nyeri
dada dan gangguan lainnya, segeralah berkonsultasi ke dokter atau
petugas kesehatan.
"Bagi mereka yang telah mempunyai gangguan paru
dan jantung sebelumnya, mintalah nasehat kepada dokter untuk
perlindungan tambahan sesuai kondisi," ujar dia.
4. Cuci bersih dan masak makanan dengan baik
Asap dan debu kebakaran hutan bukan tak mungkin mengontaminasi bahan
pangan yang dikonsumsi. Oleh karena itu, orang perlu memastikan makanan
dan air minum mereka terlindungi dengan baik.
"Buah-buahan dan
sayur-sayuran dicuci bersih sebelum dikonsumsi. Bahan makanan dan
minuman yang dimasak perlu di masak dengan baik," kata Kepala Badan
Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian
Kesehatan itu. Warta Kesehatan

Post a Comment