Cara Menghadapi Suami Yang Super Cuek dan Egois - Ini Solusinya
loading...
Tips Keluarga Bahagia - Memang kurang enak sewaktu kita mengobrol dan menjelaskan seseuatu
pada suami mereka cenderung tidak mau mendengar dan lebih asik dengan
apa yang saat ini dipegangnya. Dalam hal ini sepertinya seorang istri
harus mampu menaklukan atau mengendalikan hati suami. Namun dalam hal
ini bukan berarti jika seorang istri ingin mengambil alih fungsi suami
sebagai pengendali utama bahtera rumah tangga. Dan bukan pula melecehkan
posisi suami namun tujuan utama kita adalah ingin membangun keluarga
yang hamonis dan bahagia yang mana setiap individunya mampu didengar dan
mampu mendengarkan.
Beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk
menghadapi suami yang terkesan egois dan begitu cuek pada istri.
Seperti
apa caranya? Kita simak berikut ini :
Bersabarlah
Sifat egois yang dimiliki suami mungkin seringkali membuat anda harus terus-terusan menelan kekecewaan dan merasa tidak diperhatikan. Namun, dalam hal ini kesabaran begitu dituntut dalam diri anda, karena tidak mungkin api dibalas dengan api. Sewaktu suami anda marah dan meminta anda membantu melakukan sesuatu, maka tidak ada salahnya turuti semua keingannnya dan bantulah ia hingga selesai dan alihkan pembicaraan untuk meredam amarah pada diri suami pada pembicaraan yang lebih bermanfaat. Siapa tahu penyebab dari sifat egois yang muncul dari suami disebabkan karena tuntutan pekerjaan suami yang begitu menumpuk sehingga membuatnya panik dan takut tak bisa terselesaikan. Untuk itulah, istri yang baik adalah mereka yang mampu bersabar dan mampu membantu suaminya dalam menghadapi masalah.
Sifat egois yang dimiliki suami mungkin seringkali membuat anda harus terus-terusan menelan kekecewaan dan merasa tidak diperhatikan. Namun, dalam hal ini kesabaran begitu dituntut dalam diri anda, karena tidak mungkin api dibalas dengan api. Sewaktu suami anda marah dan meminta anda membantu melakukan sesuatu, maka tidak ada salahnya turuti semua keingannnya dan bantulah ia hingga selesai dan alihkan pembicaraan untuk meredam amarah pada diri suami pada pembicaraan yang lebih bermanfaat. Siapa tahu penyebab dari sifat egois yang muncul dari suami disebabkan karena tuntutan pekerjaan suami yang begitu menumpuk sehingga membuatnya panik dan takut tak bisa terselesaikan. Untuk itulah, istri yang baik adalah mereka yang mampu bersabar dan mampu membantu suaminya dalam menghadapi masalah.
Pintarlah Dalam Mengutarakan Perasaan
Terkadang sulit sekali mengutarakan perasaan dan maksud hati kita pada suami yang cenderung ingin menang sendiri dan lebih cuek pada pasangannya. Nah, untuk menghadapi suami yang demikian, maka sebagai istri kita dituntut untuk bisa sepintar mungkin mengutarakan maksud hati dan perasaan pada suami. Maksud pintar disini adalah istri dituntut untuk bisa menyampaikan maksud hatinya dengan baik tanpa menyinnggung atau menyakiti perasaan suaminya. Jangan serta merta anda mengatakan suami anda egois jika perasaan dan keinginan anda tak pernah digubrisnya. Jika hal ini sampai terjadi, maka bukan saja anda tidak akan didengar justru pertengkaran akan semakin mudah tersulut dan terjadi dalam rumah tangga anda. Cukup katakan pada suami bahwa anda dan anak-anak membutuhkan perhatiannya. Contoh lain, mintalah suami untuk lebih memperhatikan kata-katanya sewaktu anda dan suami mengobrol. Tidak perlu kata-kata kasar untuk mengungkapkan rasa kesal anda pada suami, sebaliknya ungkapkan dengan lembut tanpa membuat suami tersakiti.
Terkadang sulit sekali mengutarakan perasaan dan maksud hati kita pada suami yang cenderung ingin menang sendiri dan lebih cuek pada pasangannya. Nah, untuk menghadapi suami yang demikian, maka sebagai istri kita dituntut untuk bisa sepintar mungkin mengutarakan maksud hati dan perasaan pada suami. Maksud pintar disini adalah istri dituntut untuk bisa menyampaikan maksud hatinya dengan baik tanpa menyinnggung atau menyakiti perasaan suaminya. Jangan serta merta anda mengatakan suami anda egois jika perasaan dan keinginan anda tak pernah digubrisnya. Jika hal ini sampai terjadi, maka bukan saja anda tidak akan didengar justru pertengkaran akan semakin mudah tersulut dan terjadi dalam rumah tangga anda. Cukup katakan pada suami bahwa anda dan anak-anak membutuhkan perhatiannya. Contoh lain, mintalah suami untuk lebih memperhatikan kata-katanya sewaktu anda dan suami mengobrol. Tidak perlu kata-kata kasar untuk mengungkapkan rasa kesal anda pada suami, sebaliknya ungkapkan dengan lembut tanpa membuat suami tersakiti.
Cerdas Sewaktu Berkompromi
Untuk dapat menghadapi suami yang egois dan terkesan cuek, maka sebagai seorang istri kita perlu pintar-pintar dalam bersiasat. Pada saat anda membutuhkan bantuan suami namun mereka menolak melakukannya, maka hindari memarahi atau bahkan mengutuk suami. Sebaliknya lakukan kompromi bersama dengan suami. Misalkan, ketika anda sedang memasak dan anak anda menangis ingin digendong, sementara anda melihat suami sedang bersantai. Maka mintalah suami untuk mengajak anak dan menjaganya sementara anda memasak dan berikan pula kompensasi pada suami bahwa anda akan memberikan mereka menu yang disukai suami anda. Dengan begitu, suami akan merasa lebih baik dan seolah tidak diperintah, melainkan lebih merasa tulus sewaktu membantu anda.
Untuk dapat menghadapi suami yang egois dan terkesan cuek, maka sebagai seorang istri kita perlu pintar-pintar dalam bersiasat. Pada saat anda membutuhkan bantuan suami namun mereka menolak melakukannya, maka hindari memarahi atau bahkan mengutuk suami. Sebaliknya lakukan kompromi bersama dengan suami. Misalkan, ketika anda sedang memasak dan anak anda menangis ingin digendong, sementara anda melihat suami sedang bersantai. Maka mintalah suami untuk mengajak anak dan menjaganya sementara anda memasak dan berikan pula kompensasi pada suami bahwa anda akan memberikan mereka menu yang disukai suami anda. Dengan begitu, suami akan merasa lebih baik dan seolah tidak diperintah, melainkan lebih merasa tulus sewaktu membantu anda.
Sediakan "Me Time"
Sifat keegoisan akan mungkin muncul atau lahir dari kejenuhan melakukan rutinitas. Kesibukan yang menumpuk akan mungkin berpotensi memudarkan kepedulian terhadap ligkungan sekitar termasuk pada keluarga. Orang-orang yang egois seringkali berdalih bahwa mengurus dirinya sendiri saja sudah kesulitan, bagaimana mengurus orang lain?
Sifat keegoisan akan mungkin muncul atau lahir dari kejenuhan melakukan rutinitas. Kesibukan yang menumpuk akan mungkin berpotensi memudarkan kepedulian terhadap ligkungan sekitar termasuk pada keluarga. Orang-orang yang egois seringkali berdalih bahwa mengurus dirinya sendiri saja sudah kesulitan, bagaimana mengurus orang lain?
Nah,
bagaimana jika kalimat yang sama muncul dari mulut suami anda? Untuk
itulah diperlukan langkah untuk menyediakan me time atau waktu luang
untuk melakukan hal-hal positif yang menyenangkan yang bisa meningkatkan
kesehatan mental anda dan pasangan. Seperti misalkan melakukan beberapa
hal dengan jalan-jalan atau berolah raga bersama seperti yang biasa
anda lakukan sewaktu anda berpacaran dulu bersama dengan suami. Atau
contoh lain bisa juga dilakukan dengan melakukan kegiatan yang disukai
suami seperti memancing bersama atau pergi bersama dengan
teman-temannya.
Semoga informasi di atas dapat membantu dan bisa jadi solusi buat kamu

Post a Comment