Header Ads

Blighted Ovum, Penyebab Keguguran Berulang

loading...
Blighted Ovum - Keguguran adalah pengalaman yang tidak menyenangkan. Umumnya keguguran terjadi pada saat usia kehamilan kurang dari 28 minggu, dengan berat janin antara 400-1.000gr. Di Indonesia sendiri abortus spontan cukup banyak kejadiannya, persentasenya sekitar 10-15% dari seluruh kehamilan.

Cara Mencegah Blighted OvumAbortus yang dialami pada awal kehamilan, umumnya disebabkan oleh kelainan kromosom pada janin (persentasenya sekitar 50-60%), diikuti oleh gangguan hormonal (10-15%), tidak kompetennya serviks (leher rahim 8-15%), faktor kekebalan tubuh/imun dan infeksi pada saat kehamilan (3-5%) serta kelainan pada kantung rahim (uterus sekitar 1-3%).

Salah satu penyebab utama keguguran/abortus spontan adalah blighted ovum. Blighted ovum yang disebut juga kehamilan tanpa janin (anembryonic pregnancy) merupakan kondisi yang mengawali terjadinya keguguran. Kondisi ini disebabkan pertumbuhan dan perkembangan sel telur yang telah dibuahi sperma berhenti, embryo (bakal janin) akhirnya diresorpsi oleh tubuh, namun kantung kehamilan (pregnancy sac) yang merupakan wadah pertumbuhan bagi janin terus berkembang.

Diagnosa blighted ovum ditegakkan melalui pemeriksaan USG, dimana seorang Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi atau Dokter Spesialis Radiologi akan menemukan kantong kehamilan dengan diameter lebih dari 30 mm, namun tidak dijumpai adanya janin (no fetal pole). Biasanya gambaran ini didapati pada usia kehamilan 8-13 minggu. Adanya temuan USG ini disandingkan dengan hasil pemeriksaan - HCG serta pemeriksaan klinis.

Konfirmasi dengan berbagai pemeriksaan ini sangatlah penting, karena pada blighted ovum dapat muncul tanda-tanda kehamilan normal seperti mual, kelelahan dan nyeri pada payudara karena peningkatan hormon-hormon kehamilan dalam tubuh.

Blighted ovumtimbul akibat adanya kelainan kromosom pada janin atau gangguan imun yang terjadi pada ibu. Meskipun blighted ovum dapat terulang kembali pada kehamilan berikutnya, namun hal ini tidak menghalangi kesempatan sang ibu untuk bisa mendapatkan kehamilan yang normal dan sehat. Baca Juga: Tips Sederhana Agar Tetap Cantik Saat Hamil Muda

Penatalaksanaan blighted ovum dapat dengan pengeluaran hasil konsepsi melalui obat-obatan ataupun tindakan operasi kecil seperti kuretase.[*]
Diberdayakan oleh Blogger.