Ibu Hamil Dilarang Begadang, Karena Dapat Mengakibatkan Keguguran
loading...
Seputar Kehamilan - Tidur larut malam memang tidak baik untuk kesehatan, apalagi bagi ibu
hamil. Konon, ritme tidur yang tidak teratur bisa memengaruhi janin
dalam kandungan dan bisa sebabkan keguguran.
Menurut dr Rino
Bonti Tri Hadma Shanti SpOG dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina
Jatinegara, setiap ibu hamil (bumil) harus cukup tidur. Jumlah jam tidur
bagi bumil minimal 8 jam dalam sehari.
“Boleh saja tidak
sekaligus 8 jam, asal jumlah keseluruhan jam tidur 8 jam tidak jadi
masalah. Jika terbiasa terbangun pada malam hari, kemudian siang harinya
tidur lagi tidak masalah,”.
Jika bumil
kurang tidur, katanya, badan menjadi tidak fit dan mudah lelah. Meskipun
bumil tidak merasakannya, namun secara fisik sebenarnya mengalami
kelelahan. Dikhawatirkan bumil yang kurang tidur dan kelelahan, dapat
mengakibatkan kontraksi rahim. Walaupun kelelahan pada bumil, bukanlah
faktor utama penyebab kontraksi. Namun hal ini perlu diwaspadai.
“Bila
terjadi kontraksi secara berlebihan karena kelelahan dan kurang tidur
pada trimester pertama dikhawatirkan dapat menyebabkan keguguran.
Sementara bila terjadi pada trimester kedua atau ketika dapat
menyebabkan persalinan secara prematur,” ulasnya.
Dampak Setiap Ibu Hamil Berbeda
Menurut
dr Rino, kadar ambang kelelahan setiap bumil tidak sama antara satu
bumil dengan bumil lainnya. Terjadinya kontraksi rahim pada
masing-masing bumil pun berbeda. Misalnya bumil yang terbiasa bekerja
keras, meskipun ia melakukan pekerjaan berat tidak menyebabkan
kontraksi. Lain dengan bumil yang tidak terbiasa, melakukan pekerjaan
ringan sekalipun bisa menyebabkan kontraksi.
“Untuk mencegah
terjadinya kontraksi, baik bumil yang terbiasa berkerja berat maupun
ringan sebaiknya ketika merasa lelah dan kurang tidur segeralah
beristirahat,” sarannya.
Asal Moms tahu, sambungnya, kurang
istirahat dan tidur tidak bisa tergantikan oleh apapun. Meskipun bumil
makan dan minum yang sehat, tapi kurang tidur, kurang istirahat dan
kelelahan, tidak menutup kemungkinan bisa terjadi kontraksi.
Kontraksi karena Lelah vs Kontraksi Normal
Menurut
dr Rino, kontraksi secara alamiah mulai timbul pada kehamilan trimester
ketiga sebelum kehamilan cukup bulan, namun dengan frekuensi yang amat
jarang (sesekali saja/tidak teratur) dan ringan. Hal ini disebut
kontraksi Braxton Hicks dan tidak perlu dikhawatirkan.
Selain
itu, katanya, sperma juga dapat menyebabkan kontraksi karena mengandung
zat prostagladin. Zat ini dapat menyebabkan kontraksi otot rahim,
sehingga menimbulkan efek mulas. Hal ini tidak berpengaruh pada janin.
“Namun
bila terjadi kontraksi yang berlebihan (frekuensi sering dengan jarak
waktu dekat), bila tidak segera dihentikan dapat mengakibatkan keluarnya
lendir darah (yang biasa disebut flek) akibat dari pembukaan mulut
rahim. Kalau didiamkan, ketuban bisa pecah dan atau terjadi kelahiran
prematur. Kunci utamanya adalah harus dijaga dan mengerti serta tahu
kemampuan fisik (tubuh) dan ambang lelah kita sampai di mana. Dibarengi
dengan tidur cukup dan tidak kelelahan. Karena jika tidak istirahat
cukup maka rahim akan kencang dan kontraksi rahim bisa berlanjut,”
tukasnya.

Post a Comment