Ini Solusi Cara Mencegah Penyakit Plagiocephaly Pada Bayi Anda
loading...
CakapSehat.Com - Beberapa kali saat saya mengunjungi teman
yang baru saja melahirkan dan melihat bayinya tertidur pulas. Pasti ada
saja yang mengingatkan, "Bayi jangan terlalu lama tidur terlentang,
nanti kepalanya peyang lho. Jadi sering - sering dipindah posisinya ya."
Dalam dunia medis, kepala peyang lebih dikenal dengan plagiochepalyatau sindrom kepala datar atau flat head syndrome,
adalah suatu kondisi dimana bayi memiliki bentuk kepala yang abnormal
yang disebabkan penutupan dini sutura kranial selama masa perkembangan
janin atau tekanan yang terus menerus pada bagian kepala selama satu
tahun pertama.
Sedangkan Sutura adalah sambungan tulang yang
menahan keenam tulang kranial pada tengkorak untuk menjaga bentuk kepala
ketika otak sedang dalam masa perkembangan.
Jangan anggap enteng
Plagiocephaly karena bisa menyebabkan keterlambatan mental dan fisik
antara lain penglihatan, pendengaran, keterlambatan motorik, susunan
gigi dan skoliosis. Bayi dengan plagiocephaly biasanya mengalami sedikit
pergeseran letak kedua daun telinga, salah satunya lebih dekat ke arah
wajah, sementara yang lain lebih jauh dari wajah.
Dalam kasus ringan, Plagiocephaly akan menggunakan helm atau cranial orthotic
untuk membetulkan bentuk kepala. Helm ini digunakan selama 23 jam
sehari, selama 2 hingga 6 bulan, tergantung kondisi kepalanya. Sedangkan
bedah rekonstruktif dilakukan untuk membentuk kembali tulang tengkorak
pada kasus malformasi yang lebih parah.
Plagiocephaly sukar dipulihkan, namun bisa dicegah dengan memantau setiap perkembangan bentuk kepala bayi dengan beberapa langkah berikut:
- Foto kepala bayi Anda secara berkala.
Pada
kelahiran normal, kepala bayi mengalami tekanan saat melewati jalan
lahir yang bisa membuat kondisi kepalanya terlihat rata. Pantau
perkembangan bentuk kepala anak Anda dengan memfotonya dari sisi atas
dan samping. Lakukanlah hingga bayi berusia 6 bulan.
Jika bentuk kepala
tidak membulat, segera konsultasikan ke dokter anak.
- Gunakan bantal khusus untuk kepala bayi saat si kecil tidur.
- Ubah posisi tidur bayi Anda, seperti tidur menyamping atau tengkurap, jangan terlalu lama tidur terlentang.
- Sering - seringlah menggendong bayi Anda.
- Atur posisi tiduran dan posisi duduk Anda saat menyusui, lakukan menyusui dari payudara kanan dan kiri secara bergantian agar posisi kepala bayi pun berubah – ubah.
- Gunakan topi bayi atau kupluk Tortle dari bayi lahir hingga usia 6 bulan, setiap hari selama 8 jam. Tempatkan gulungan Tortle di belakang telinga bayi sehingga bisa menyokong kepala bayi.
Semakin dini Anda memantau perkembangan bentuk kepala, si kecil pun akan terhindar dari Plagiocephaly.

Post a Comment