Ini Perbedaan Zinc dan Zat Besi Yang Sering Kurang Kita Ketahui
loading...
Perbedaan Zinc dan Zat Besi - Banyak orang yang sering kali tertukar atau bahkan menganggap zinc
dan zat besi adalah bahan yang sama. Padahal keduanya memiliki fungsi
masing-masing. Zinc dan Zat Besi keduanya sama-sama merupakan nutrisi
penting bagi pertumbuhan.
Zinc dikenal juga dengan Seng. Dalam tubuh, zinc berfungsi untuk
mengikat protein. Zinc juga merupakan salah satu komponen yang berada di
otak. Kekurangan asupan zinc tentunya akan mengganggu pembentukan
struktur otak. Fungsi otak pun tak berjalan secara maksimal. Hal ini
akan mempengaruhi emosi serta tingkah laku seseorang.
Sedangkan zat besi atau Ferrum (Fe) memiliki peran penting dalam
pembentukan hemoglobin di tubuh. Adapun fungsi hemoglobin adalah
mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh. Selain itu
hemoglobin juga bertugas mengangkut elektron dalam sel. Kekurangan
hemoglobin akan membuat seseorang mengalami anemia. Selain itu
kekurangan zat besi juga membuat kekebalan tubuh berkurang. Hal ini juga
akan memengaruhi perkembangan kognitif dan motorik seseorang.
Di Indonesia, menurut Dr. Saptawati, dosen Universitas Indonesia,
“Hasil penelitian Departemen Gizi Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia terhadap 661 anak di 5 sekolah dasar negeri wilayah Jakarta
Timur menunjukan bahwa 54,4% anak menderita kekurangan nutrisi dan 85%
di antaranya mendapatkan asupan zat besi kurang dari 80% dari
rekomendasi asupan harian; sedangkan 98,6% mendapatkan asupan zinc
kurang dari 80% dari rekomendasi asupan harian. Kondisi ini butuh segera
ditanggulangi karena zat besi dan zat zinc merupakan nutrisi penting
bagi pertumbuhan otak dan fisik anak. Kurangnya asupan nutrisi ini dapat
memengaruhi prestasi belajar mereka."
Tak ingin hal di atas terjadi pada anak? Yang harus Anda lakukan adalah memahami sumber zinc dan zat besi alami.
Zinc bisa didapat dari sumber alami baik hewani maupun nabati seperti
daging merah, daging unggas, makanan laut (seafood), tiram, produk
susu, kacang-kacangan, sereal, dan biji labu kuning. Beberapa jenis
sayuran hijau seperti bayam, asparagus, kemangi, brokoli, dan kacang
polong juga bisa menjadi pilihan yang tepat.
Sedangkan untuk sumber alami zat besi, daging merah, telur serta ikan
bisa menjadi pilihan. Untuk sumber nabati, kacang kedelai, kacang
hijau, berbagai jenis sayuran dan juga buah-buahan bisa menjadi
alternatif yang baik.
Semoga sehat selalu!
Post a Comment