Tips Cerdas Agar Tanaman Cepat Berbuah dan Sehat
loading...
Tanaman Berbuah - Jika Tanaman Buah Anda sering mengalami kegagalan dalam berbuah, atau
tanaman yang sudah saatnya berbuah namun belum kunjung berbuah, dapat
diketahui penyebabnya. Agar tanaman cepat berbuah dapat dilakukan dengan
jalan mengatur keseimbangan C/N ratio dalam tanaman tersebut. C/N ratio
ini mempengaruhi fase vegetatif dan fase reproduktif dalam tanaman. C
adalah jumlah karbohidrat dalamdaun dan N adalah jumlah nitrogennya. C/N
ratio yang tinggi sangat diperlukan untuk pembentukan bunga dan buah.
Dengan C/N ratio yang tinggi maka akan terjadilah penumpukan
karbohidrat, yang akhirnya akan terbentuklah bunga dan buah. C/N ratio
ini dapat diatur dengan cara:
- Pemangkasan
- Pelilitan/pencincinan/pengikatan
- Pelukan batang, akar, atau umbi
- Pemotesan ujung tunas cabang (phinching)
Pemangkasan
Pemangkasan dapat dilakuka menjadi tiga, yaitu pemangkasan ringan,
sedang, dan berat. Pemangkasan ringan yaitu pemangkasan yang dilakukan
dengan tujuan untuk membuang ranting-ranting yang tidak produktif.
Biasanya ini dilakukan pada tanaman buah supaya tunas-tunas produktif
lebih cepat menghasilkan buah.
Pemangkasan sedang bisanya dilakukan pada
tanaman anggur, apel, jeruk, dan sebagainya. Yaitu pemangkasan
cabang-cabang yang rusak dan ujung-ujung cabang agar lebih cepat
berbuah. Pemangkasan berat biasanya dilakukan dengan tujuan untuk
meremajakan kembali tanaman yang lebih tua, sehingga buahnya bisa
menjadi lebat kembali. Selain itu pemangkasan berat juga dapat dilakukan
dengan tujuan untuk memperpendek tanaman, sehingga mudah untuk dipetik
kala berbuah. Pada pemangkasan berat ini pohon-pohon benar-benar di
pangkas, hingga tinggal batang pokok dan cabang-cabang sekundernya saja. Biasanya ini dilakukan untuk meremajakan pohon-pohon jambu biji,
belimbing, nangka dan sebaginya.
Namun pemangkasan berat tidak boleh
dilakukan pada tanaman yang regenerasinya lambat, seperti pohon duku,
durian, manggis. Untuk melakukan pemangkasan harus memperhatikan kondisi
lingkungan dan kondisi tanaman itu sendiri.
Terutama untuk pemangkasan
berat, sebaiknya dilakukan pada akhir musim kemarau atau awal musim
hujan. Sebab suhu udara pada saat itu tidak terlampau tinggi, sehingga
penguapan cairan dalam tanaman pun tidak telalu tinggi. Dan dengan
demikian tunas-tunas baru akan lebih cepat tumbuh.
Tanaman yang
dianjurkan untuk diadakan pemangkasan secara teratur antara lain tanaman
apel, anggur, jeruk, dan alpokat.
Pelilitan Pencicncinan/Pengikatan
Ini merupakan cara tradisional yang sering dilakukan oleh nenek moyang
kita. Tujuan dari melilit pohon, adalah utuk mempercepat proses
pembuahan. Ada beberapa tanaman yang buahnya akan tumbuh akibat
dilakukan pelilitan antara lain, tanaman nangka, sirsak, mangga dan
tanaman lain.
Batang tanaman yang dililit bisa pada batang primernya
maupun pada batang sekundernya. Alat yang biasanya digunakan sebagai
lilitan adalah kawat. Kawat ini dililitkan pada batang dengan kencang.
Setelah tanaman berbunga, kawat lilitan dapat dilepas.
Pelupakan Batang, Akar atau Umbi
Pelukan merupakan cara yang sudah lama pula dilakukan. Tetapi bila tidak
hati-hati melakukannya tanaman akan mati karenanya. Untuk tu bila masih
ada cara lain, gunakan cara lain dulu. Mengapa dengan cara dilukai
tanaman buah-buahan akan lebih cepat berbuah? Dengan pelukan ini
penganggkutan zat-zat makanan terutama pengangkutan hasil fotosintesis
ke bagian akar menjadi terganggu. Sehingga terjadilah pemusatan zat-zat
makanan ke cabang-cabang dan dedaunan. Pemusatan ini akan mendorong
proses pembungaan untuk lebih cepat terjadi, yang kemudian diikuti
dengan proses pembuahan.
Cara pelukan adalah seperti mencangkok, yaitu
sampai kambiumnya hilang. Lebar pelukan kira-kira 10-20 cm ke sekeliling
batang tanaman. Sedangkan untuk cara pencacahan kulit tanaman
buah-buahan dilukai dengan tidak teratur.
Pemotesan Ujung Tunas
Pemotesan ujung tunas cabang sebenarnya bisa juga dimasukan dalam
pemangkasan.Tetapi karena yang dipangkas hanya ujung-ujung tunasnya
saja,maka tidak dibicarakan dalam pemangkasan. dalam pemotesan ini yang
dipangkas hanya ujung-ujung tunasnya saja.
Sehingga pertumbuhannya
memanjang dari cabang-cabang dapat dihambat. Dengan demikian zat-zat
hara yang digunakan untuk membentuk tunas -tunas cabang bisa ditimbun
untuk pembentukan buah. Pemotesan ini dapat dilakukan pada tanaman
jambu-jambuan, terutama jambu biji, advokat, jambu monyet, kedondong,
dan sebagainya.
Demikian cara membuat tanaman cepat berbuah. Semoga bermanfaat.

Post a Comment