Rahasia Seorang Ayah Yang Mungkin Semua Anak Tidak Mengetahuinya
loading...
Rahasia Ayah Terhadap Anaknya - Kita patut bersyukur dan berterima kasih kepada orangtua
kita. Bahkan pengorbanan yang kita akan berikan kepada mereka tidak
sebanding dengan pengorbanan mereka selama ini. Kehadiran orangtua dalam
kehidupan kita memang sangat membantu kita dalam melewati hari-hari.
Walaupun terkadang berat bagi kita, mereka pasti akan berusaha
meringankan beban kita. Itulah hebatnya kedua orangtua kita.
Namun,
mengapa masih saja ada anak yang membandingkan pengorbanan antara ayah
dan ibunya? Mengapa masih ada yang menganggap ibu lebih berjasa daripada
ayah? Mengapa masih ada anak yang berpikir bahwa ayah adalah sosok yang
dingin, cuek atau kurang perhatian? Mengapa banyak anak yang
menomorduakan kasih sayangnya terhadap ayahnya?
Ayah memang tidak
mengandung dan melahirkan kita tetapi darahnya mengalir dalam tubuh
kita. Pelukan ayah memang tidak sehangat pelukan ibu tetapi tangannyalah
yang senantisa menjaga dan melindungi kita. Ayah memang tidak bisa
menjaga kita sebaik ibu tetapi doa ayah selalu menyertai kita.
Selama
kita dalam kandungan, ibulah yang memberi makanan yang bergizi dan susu
agar kita dapat tumbuh sehat selama di dalam kandungan ibu. Tetapi
tahukah kita dari mana ibu mendapatkan makanan dan minuman yang sehat
itu jika ayah tidak bekerja dan membelinya untuk kita?
Ketika kita
kecil, ibulah yang menggendong dan menenangkan kita saat kita menangis.
Tetapi tahukah kita, di saat kita tidur ayah sering mengecup kening
kita sambil berkata bagaimana kabar mu hari ini nak? Maafkan ayah tidak
bisa menemanimu bermain karena ayah harus bekerja mencari uang untuk
bisa membelikanmu mainan agar kamu tidak selalu merengek kepada ibumu.
Ketika
kita sakit, ibulah yang senantiasa menjaga, merawat dan menemani kita
sampai kita sembuh. Tetapi tahukah kita, betapa cemasnya ayah dengan
keadaanmu sehingga ia harus bergegas pergi membelikanmu obat walaupun di
tengah malam sekalipun?
Saat kita berada jauh dari rumah, ibulah
yang setiap saat menelpon kita hanya sekedar menanyakan dan memastikan
keberadaan kita baik baik saja, Tetapi tahukah kita, bahwa sebenarnya
ayahlah yang selalu mengingatkan ibu untuk menelpon kita.
Saat
remaja, kita lebih mudah mendapat izin dari ibu untuk keluar malam
bersama teman-teman. Di mata kita, sikap tegas dan larangan ayah hanya
membuat kita kehilangan masa remaja kita. Tetapi tahukah kita, bahwa
ayah melarangmu keluar malam karena ia tidak ingin terjadi sesuatu yang
buruk pada kita di luar sana? Ayah akan memberi izin ketika kita sudah
dapat menjaga diri kita sendiri karena ayah tahu bahwa anak remaja
seperti kita masih labil dan gampang terpengaruh hal-hal buruk.
Ketika
kita harus pulang kemalaman karena suatu hal yang harus dikerjakan,
ibulah yang paling sibuk menelpon kita untuk memastikan di mana kita
berada, bersama siapa dan berapa lama lagi kita pulang. Tetapi tahukah
kita, bahwa ayahlah yang setia menunggu kita di depan pintu sambil
melihat jam yang terus berjalan?
Saat kita memerlukan uang untuk
membayar uang kuliah dan membeli keperluan lainnya, ibulah yang akan
berkata " ia nak nanti ibu siapkan uangnya". Tetapi tahukah kita, bahwa
ayahlah yang akan berpikir dan bekerja keras untuk mendapatkan uang
tersebut agar kita bisa membayar uang kuliah tepat waktu?
Ketika
ibu berdoa, ada nama kita disebut dalam sujud sembahnya. Tetapi tahukah
kita, ayah menyimpan setiap doanya dalam lubuk hatinya agar hanya Tuhan
saja yang tahu bahwa ayah juga memanjatkan doa-doa kebahagiaan untuk
kita? Di saat kita di atas pelaminan dan akan hidup berumah tangga
sendiri, tahukah kita, ayahlah orang paling bahagia dan diam diam akan
meneteskan air mata? Air matanya telah terbayarkan dengan melihat
kebahagiaan pernikahan kita.
Ayah menangis karena ia tidak berhak
lagi melarangmu keluar malam. Ayah menangis karena ia tidak akan
menunggumu lagi di depan pintu. Ayah menangis karena ia tidak bisa
mengecup keningmu lagi ketika kamu tertidur. Ayah menangis karena tidak
ada lagi anak yang merengek meminta mainan.
Sekarang sudah tahukah
kita, betapa cinta ayah terhadap kita sama besarnya dengan cinta ibu.
Hanya saja ayah harus terlihat kuat dan tabar agar kita dapat menjadi
anak yang mandiri dan kuat. Melisa Ema
Post a Comment