Jurus Ampuh Bersaing Secara Sehat di Dunia Pekerjaan
loading...
Gaya Hidup Sehat - Persaingan di lingkungan kerja memang tak mudah. Banyak pengorbanan
yang harus dilakukan agar tetap bersaing dan bertahan. Jika tak mampu
bersaing dan mengoptimalkan kemampuan, Anda akan tertinggal dan karier
jalan di tempat.
Menghadapi situasi tersebut, diperlukan kemampuan dan strategi
positif untuk bersaing secara sehat di dunia kerja. Berikut adalah
beberapa tips yang dapat Anda lakukan agar bisa bersaing secara sehat di
dunia kerja seperti yang dilansir dari laman New York Times.
Kriteria yang tepat
Menurut Ita D. Azly, Work&Family Life Consultant SAUH
Psychological Services, untuk bersaing di dunia kerja dibutuhkan
beberapa kriteria. Pertama, dibutuhkan self awareness untuk menyadari apa saja yang menjadi kekuatan dan kelemahan diri.
Pekerja memiliki keyakinan diri bahwa ia memiliki modal untuk
menunjukkan pada lingkungan bahwa ia mampu dan bisa bersaing dengan
segala kemampuan yang dimiliki. Kedua, self empowerment atau kemampuan untuk memberdayakan diri dengan segala bakat yang dimiliki.
Ketiga, setelah pekerja terus berupaya memaksimalkan atau
mengaktualisasikan potensi diri, maka yang keempat ia dapat membangun
kemampuan untuk manajemen diri atau self management. Kemampuan ini diperlukan agar ia mampu mengelola antara personal dan pekerjaan sehingga dapat bersikap profesional.
Kelima, self relationship agar dapat terus mengenali dan mencari tahu
bakat dan kemampuan untuk dikembangkan. Selain poin di atas, jika ingin
bersaing secara sehat diperlukan kemauan kuat untuk belajar, membuka
wawasan, mengeksplorasi dan mengembangkan diri.
Keinginan untuk senantiasa belajar dari orang lain atau dari
lingkungan kerja merupakan modal yang baik untuk bersaing dalam dunia
kerja. Semakin banyak pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, maka
individu akan semakin siap untuk bersaing di dunia kerja.
Tujuan yang jelas
Salah satu yang mendukung kemampuan untuk bersaing secara sehat
adalah target dan tujuan yang jelas untuk dicapai. Tiap divisi dapat
menetapkan target sehingga tiap individu dalam divisi itu juga boleh
memiliki target pribadi. Dengan patokan yang jelas, masing-masing dapat
bersaing dengan prestasi sendiri dan prestasi orang lain.
Berikutnya, sebagai pekerja tetap menjunjung tinggi visi dan misi
perusahaan. Dengan demikian, usaha apapun yang dikerjakan dalam rangka
bersaing dan berkompetisi setidaknya tidak menyimpang dari visi dan misi
yang sudah disepakati bersama.
Kematangan emosi
Kematangan emosi dan sosial dari tiap individu yang bekerja merupakan
hal yang penting. Hal ini dibutuhkan agar mereka tidak mudah
tersinggung atau merasa iri hati dan cemburu dalam kegiatan kerja, tetap
bersemangat untuk melaksanakan tugas di posisinya masing-masing.
Selain itu, kecerdasan intelektual tetap diperlukan agar tiap
individu yang bekerja dapat mengolah informasi dengan cermat dan tidak
membuat kesimpulan yang salah dalam pekerjaan. Tujuannya, agar kualitas
kerja dalam persaingan kerja tetap dapat dipertanggungjawabkan.
Menyesuaikan keadaan
Setelah individu memiliki kemampuan dan strategi bersaing secara
sehat di dunia kerja, bukan hal yang tidak mungkin pada pelaksanaannya
para pekerja dihadapkan pada lingkungan yang tidak mendukung.
Lingkungan yang tidak mendukung berarti situasi yang dapat memicu
rasa ketidaknyamanan pada pekerja seperti manajemen kantor yang timpang,
situasi kerja yang penuh penggosip dan ketidaktegasan peraturan
perusahaan.
Jika menghadapi kondisi yang sama setiap hari pasti akan mengalami
kejenuhan. Lambat laun tidak menutup kemungkinan akan terjadi kemunduran
kinerja dan merosotnya daya juang.
Menghadapi hal tersebut, pekerja sedapat mungkin dapat memberikan
masukan kepada manajemen dari dua sisi. Sisi positif dan negatif kondisi
yang ada serta usulan yang dapat dipertimbangkan pelaksanannya.
Bila Anda ada pada posisi pengambil keputusan meskipun bukan di
puncak jenjang kepemimpinan, sebaiknya dapat menjadi patokan bagi unit
atau divisi lain. (Vna/Ndw)

Post a Comment