True Story | Bayi Yang Terlahir Mirip Ekor Putri Duyung, Hanya Bertahan 10 Menit
loading...
Uttar Pradesh, India, Kelahiran bayi seharusnya menjadi
momen yang paling membahagiakan bagi seluruh anggota keluarga. Namun
pekan lalu, seorang ibu berumur 22 tahun di India melahirkan bayi dengan
kondisi tak biasa. Bayi ini dilaporkan memiliki kaki yang menyatu,
mirip seperti ekor putri duyung.
"Tak hanya kakinya, kedua
tangannya juga melebar seperti sirip ikan, ini membuatnya makin unik.
Selain itu, hanya tubuh bagian atas yang bisa berfungsi, sedangkan
bagian bawah tidak terbentuk sempurna," urai dr Vandara Arya, dokter
kandungan yang membantu persalinan bayi ini.
Berdasarkan
literatur medis, apa yang dialami bayi ini disebut dengan sirenomelia
atau lebih dikenal dengan 'sindrom putri duyung'. Kondisi ini teramat
langka.
"Saya belum pernah melihat kasus seperti ini sebelumnya," imbuh dr Arya seperti dilaporkan Daily Mail.
Namun karena kaki si bayi menyatu, dr Arya dan rekan-rekannya juga kesulitan untuk menentukan jenis kelamin si bayi.
Bayi
asal Sahranpur, Uttar Pradesh itu hanya bisa bertahan hidup selama 10
menit. Meski begitu, kabar tentang kelahiran bayi ini mengundang puluhan
orang untuk memadati Sahi Ram Hospital, di mana si bayi dilahirkan,
hanya untuk menyaksikan rupa bayi malang tersebut.
Sirenomelia terjadi karena kegagalan tali pusar membentuk dua arteri,
sehingga suplai darah tak pernah sampai ke janin. Arteri tunggal tadi
akhirnya 'mencuri' darah dan nutrisi yang seharusnya dikirimkan ke tubuh
bagian bawah lalu mengembalikannya ke plasenta.
Karena
malnutrisi inilah, kedua kakinya gagal terbentuk. "Kondisi ini juga
sangat fatal. Mayoritas meninggal dalam hitungan hari, karena gagal
ginjal dan kandung kemihnya tak berfungsi," terang ahli sejarah medis
dari Oxford University, Lindsey Fitzharris.
Sirenomelia hanya
terjadi pada satu dari tiap 100.000 kelahiran. Diperkirakan ini adalah
kasus sindrom putri duyung keempat yang tercatat sepanjang sejarah,
sekaligus yang pertama di India.
dr Arya menambahkan, pada kasus
yang ditanganinya, sang ibu yang berasal dari Sahranpur, Uttar Pradesh
itu tidak mengalami komplikasi apapun selama kehamilan. Bahkan sampai
usia kandungannya memasuki 30 pekan.
Kendati begitu, dari hasil
ultrasound yang dilakukan jelang persalinan baru terungkap bahwa ginjal
si janin tidak terbentuk. "Penyebabnya bisa beragam, semisal konsumsi
obat yang berlebihan, kurang vitamin, faktor genetik, atau diabetes yang
diidap ibu," papar Arya.
Di sisi lain, bayi dengan kondisi ini
mustahil untuk dioperasi karena tubuhnya tidak terbentuk sempurna. Pada
beberapa kasus, ginjal dapat ditransplantasikan tetapi peluang hidupnya
tetap rendah.
Penulis: Rahma Lillahi Sativa
Penulis: Rahma Lillahi Sativa

Post a Comment