Minuman Panas Dapat Memicu Penyakit Kanker, Waspadalah!!!
loading...
Suhu terbukti picu faktor karsinogenik pada minuman. Semua jenis minuman
yang suhunya terlalu panas, memicu naiknya risiko kanker. Demikian
hasil penelitian organisasi kesehatan dunia-WHO.
Kebiasaan "menyeruput" minuman selagi masih panas, ternyata bisa memicu
naiknya risiko kanker esofagus. Definisi minuman yang suhunya terlalu
panas adalah di atas 65 derajat Celsius, dan mencakup semua jenis
minuman. Demikian hasil penelitian International Agency for Research on
Cancer (IARC) sebuah lembaga penelitian di bawah organisasi kesehatan
dunia WHO.
Riset ini dilakukan IARC setelah sebelumnya lembaga ini menetapkan
rating kopi dan mate, sejenis minuman herbal sebagai kemungkinan
"karsinogenik" alias bisa memicu kanker. Lembaga ini bahkan memasukan
kopi ke dalam daftar bahan beracun berbahaya, bersama timbal (Pb) dan
chloroform.
Tapi sekitar 1000 riset independen menunjukkan hasil kebalikannya.
Yakni, minum kopi dalam takaran tertentu, justru menurunkan risiko
berkembangnya beberapa jenis kanker. Misalnya kanker rahim,kanker
payudara dan kanker hati. Secara diplomatis IARC kemudian menyatakan,
hasil riset membuat kita tak perlu khawatir minum kopi. Walau juga
berkelit, dengan menyebut bahwa kopi belum tentu 100 persen aman.
Minuman favorit berbagai bangsa
Menyeruput minuman panas, seperti kopi, teh, mate atau minuman infusi
lainnya, adalah kebiasaan lazim di banyak negara di dunia. Kebiasaan
minum teh panas menyebar luas di Asia hingga Afrika. Sementara
menyeruput mate, sejenis minuman herbal, meluas di Amerika Selatan dan
Amerika Tengah. Orang Eropa dan Amerika Utara, menjadikan kopi panas
sebagai minuman favorit harian.
Pakar epidemiologi Dana Loomis menegaskan; "tidak peduli apapun
minumannya, yang berpengaruh hanyalah temperaturnya". Dalam riset
ditunjukkan, suhu lebih dari 65 derajat Celsius yang bisa menaikkan
risiko kanker. Terutama minuman mate, yang biasa diseruput panas-panas
menggunakan sedotan dari logam, langsung mengalir ke tenggorokan dan
perut yang bisa memicu kanker.
WHO melaporkan, dari total 8 juta kasus kematian global akibat penyakit
kanker setiap tahunnya, sekitar 400.000 kasus fatalitas yang diduga kuat
memiliki kaitan dengan minuman terlalu panas. Walau begitu, jurubicara
WHO di Jenewa, Gregory Hartl menekankan, fatalitas tertinggi kasus
kanker esofagus terutama dipicu kebiasaan merokok dan konsumsi minuman
beralkohol kadar tinggi.
Para peneliti kanker di WHO menyarankan, untuk menurunkan risiko,
konsumen sebaiknya bersabar dan menunggu hingga minuman agak dingin
sebelum diseruput. Dengan itu risiko terkena kanker esofagus bisa
ditekan. "Riset minum mate dingin dengan sedotan logam, menunjukkan
tidak adanya relasi bagi risiko kanker", ungkap IARC Hal itu makin
menegaskan, bukan jenis minumannya, tapi suhu minuman yang punya kaitan
erat dengan risiko munculnya kanker.

Post a Comment