True Story | Kebiasaan Memeluk Ayah Dari Kecil Menyebabkan Wanita Ini Meninggal Disaat Dewasa
loading...
Anak perempuan akan selalu menjadi kesayangan dari ayah mereka. Namun kebiasaan wanita ini memeluk dan bermain dengan ayahnya saat kecil ternyata berdampak fatal bagi masa depannya.
Peristiwa Menyedihkan - Berawal dari sesak napas yang kerap dirasakan Susan Macgregor selepas berolahraga. Setelah diperiksakan, diagnosis Susan keluar pada bulan September 2015 silam.
Saat itu ia dikabarkan mengidap sebuah penyakit bernama mesothelioma. Padahal Sarah adalah wanita dengan gaya hidup yang sehat, bahkan rajin fitness.
Begitu diperiksakan, diagnosis mengarah pada mesothelioma, salah satu jenis kanker pada paru-paru yang tak bisa disembuhkan.
Namun Sarah mencoba bertahan dengan menjalani kemoterapi serta operasi untuk mengangkat bagian di tubuhnya yang digerogoti penyakit ini. Meskipun pada akhirnya sia-sia semata.
Hingga 14 bulan kemudian, Sarah menghembuskan napas terakhirnya, di usia 58 tahun. Ketiga anak dan suaminya mengaku sangat kehilangan, termasuk cucu-cucu Sarah.
"Kami semua terpukul. Padahal dia mungkin yang paling bugar di antara kami semua," tutur suami Sarah, Dave (66) kepada Derby Telegraph.
Tak hanya kehilangan, keluarga juga kebingungan bagaimana mungkin seseorang yang bugar dan sehat seperti Sarah bisa meninggal di usia semuda itu.
Betapa terkejutnya mereka begitu mendengar hasil otopsi yang dilakukan terhadap jenazah Sarah. Diduga pemicu kematian Sarah adalah asbestos yang menempel di baju kerja ayah Sarah lalu terhirup oleh Sarah, masuk ke dalam tubuhnya.
Kebetulan ayah Sarah adalah seorang tukang pipa di proyek konstruksi bangunan. Setiap kali pulang ke rumah, Sarah akan menghabiskan waktu bermain dengan sang ayah.
Sayangnya karena keasyikan bermain, sang ayah seringkali lupa mengganti baju kerjanya.
"Konon hanya butuh satu partikel kecil saja dan itu bisa bertahan di dalam tubuh selama bertahun-tahun. 40-50 Tahun kemudian Anda baru terdiagnosis," jelas Dave.
Dave sempat menyampaikan kekecewaannya pada pemerintah karena memperbolehkan asbestos untuk digunakan pada konstruksi bangunan. Yang bisa dilakukannya saat ini adalah meningkatkan kesadaran akan adanya kondisi yang disebabkan oleh paparan asbestos ini.
Mesothelioma hampir selalu disebabkan oleh paparan asbestos yang banyak dipergunakan dalam proyek konstruksi bangunan. Karena ukurannya, mineral ini dapat masuk atau terhirup dengan mudah ke dalam paru-paru.
Begitu sampai di paru-paru, asbestos akan 'terjebak' dan merusak organ vital tersebut dari waktu ke waktu. Itulah mengapa butuh waktu beberapa lama agar asbestos yang 'terjebak' dalam tubuh ini dapat memicu masalah yang nyata.
Seperti halnya mesothelioma yang biasanya baru muncul minimal 20 tahun setelah pertama kali terpapar asbestos.
Penulis: Rahma Lillahi Sativa
Peristiwa Menyedihkan - Berawal dari sesak napas yang kerap dirasakan Susan Macgregor selepas berolahraga. Setelah diperiksakan, diagnosis Susan keluar pada bulan September 2015 silam.
Saat itu ia dikabarkan mengidap sebuah penyakit bernama mesothelioma. Padahal Sarah adalah wanita dengan gaya hidup yang sehat, bahkan rajin fitness.
Begitu diperiksakan, diagnosis mengarah pada mesothelioma, salah satu jenis kanker pada paru-paru yang tak bisa disembuhkan.
Namun Sarah mencoba bertahan dengan menjalani kemoterapi serta operasi untuk mengangkat bagian di tubuhnya yang digerogoti penyakit ini. Meskipun pada akhirnya sia-sia semata.
Hingga 14 bulan kemudian, Sarah menghembuskan napas terakhirnya, di usia 58 tahun. Ketiga anak dan suaminya mengaku sangat kehilangan, termasuk cucu-cucu Sarah.
"Kami semua terpukul. Padahal dia mungkin yang paling bugar di antara kami semua," tutur suami Sarah, Dave (66) kepada Derby Telegraph.
Tak hanya kehilangan, keluarga juga kebingungan bagaimana mungkin seseorang yang bugar dan sehat seperti Sarah bisa meninggal di usia semuda itu.
Betapa terkejutnya mereka begitu mendengar hasil otopsi yang dilakukan terhadap jenazah Sarah. Diduga pemicu kematian Sarah adalah asbestos yang menempel di baju kerja ayah Sarah lalu terhirup oleh Sarah, masuk ke dalam tubuhnya.
Kebetulan ayah Sarah adalah seorang tukang pipa di proyek konstruksi bangunan. Setiap kali pulang ke rumah, Sarah akan menghabiskan waktu bermain dengan sang ayah.
Sayangnya karena keasyikan bermain, sang ayah seringkali lupa mengganti baju kerjanya.
"Konon hanya butuh satu partikel kecil saja dan itu bisa bertahan di dalam tubuh selama bertahun-tahun. 40-50 Tahun kemudian Anda baru terdiagnosis," jelas Dave.
Dave sempat menyampaikan kekecewaannya pada pemerintah karena memperbolehkan asbestos untuk digunakan pada konstruksi bangunan. Yang bisa dilakukannya saat ini adalah meningkatkan kesadaran akan adanya kondisi yang disebabkan oleh paparan asbestos ini.
Mesothelioma hampir selalu disebabkan oleh paparan asbestos yang banyak dipergunakan dalam proyek konstruksi bangunan. Karena ukurannya, mineral ini dapat masuk atau terhirup dengan mudah ke dalam paru-paru.
Begitu sampai di paru-paru, asbestos akan 'terjebak' dan merusak organ vital tersebut dari waktu ke waktu. Itulah mengapa butuh waktu beberapa lama agar asbestos yang 'terjebak' dalam tubuh ini dapat memicu masalah yang nyata.
Seperti halnya mesothelioma yang biasanya baru muncul minimal 20 tahun setelah pertama kali terpapar asbestos.
Penulis: Rahma Lillahi Sativa
Post a Comment