Tempe Merukapakan Makanan khas Indonesia Yang kaya Protein Bagi Kesehatan
loading...
Tempe merupakan makanan tradisional khas Indonesia, khususnya di pulau Jawa. Terbuat dari berasal dari kedelai yang difermentasi yang dalam bahasa latinnya disebut phaseolus niger memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan. Terbukti dari sejarah tempe yang panjang sejak abad ke-19 dan tercantum di dalam Encyclopaedia van Nederlandsch Indie (1922) hingga menyebabkan tempe menjadi menu makanan kesukaan bangsa Belanda, New Zealand, Amerika dan banyak negara maju lainnya lho. Who knows?
Makanan Tradisonal - Proses fermentasi tempe mengandung enzim pencernaan yang dihasilkan ragi atau jamur rhizopus oligoporus. Berdasarkan data Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan, jamur rhizopus oligoporus mengubah karbohidrat dan protein kompleks menjadi lebih sederhana sehingga membuat tempe lebih mudah dicerna dalam tubuh. Asam lemak pada tempe digolongkan ke dalam kelompok Polyunsaturated Fatty Acids atau PUFA. Asam jenis ini merupakan asam lemak tidak jenuh majemuk yang sangat baik bagi kesehatan tubuh, yang dapat meningkatkan kadar HDL atau kolesterol baik sekaligus menurunkan lemak jahat dalam darah sehingga menurunkan resiko penyakit degeneratif menyerang kita.
Penelitian terhadap 250.000 orang Jepang oleh Japan’s National Cancer Centre Research Institute tahun 1982 pun menunjukkan mereka yang setiap hari mengkonsumsi tempe memiliki resiko yang rendah terhadap penyakit kanker semua itu dikarenakan oleh berbagai jenis vitamin B sepeerti B1, B2, dan B12 yang bermanfaat untuk metabolisme sel darah merah, meningkatkan kekebalan dan memperbaiki fungsi sistem syaraf. Zat antibiotik dan antibakteri pencegah E-coli baik untuk mencegah diare dan kolera. Tempe mampu mencegah penyakit kekurangan darah atau anemia karena tingginya kandungan mineral dan zat besi dan zinc dan yang mudah diserap darah.
Kandungan protein tempe bahkan lebih tinggi dibanding protein dari hewani. Sebagian orang memiliki alergi terhadap protein hewani, tapi dengan mengonsumsi tempe, tidak ada lagi masalah alergi yang akan terjadi. semua kelompok usia, mulai dari bayi hingga lanjut usia. Tidak berhenti sampai di sana, makanan yang amat terkenal setelah krisis pangan pasca Perang Diponegoro ini juga mengandung isoflavon dan riboflavonnya merupakan antioksidan yang bisa menangkal radikal bebas penyebab berbagai penyakit seperti kanker dan membuat kulit awet muda lebih lama.
Tips singkat seputar tempe:
Penulis: Yarpp
Makanan Tradisonal - Proses fermentasi tempe mengandung enzim pencernaan yang dihasilkan ragi atau jamur rhizopus oligoporus. Berdasarkan data Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan, jamur rhizopus oligoporus mengubah karbohidrat dan protein kompleks menjadi lebih sederhana sehingga membuat tempe lebih mudah dicerna dalam tubuh. Asam lemak pada tempe digolongkan ke dalam kelompok Polyunsaturated Fatty Acids atau PUFA. Asam jenis ini merupakan asam lemak tidak jenuh majemuk yang sangat baik bagi kesehatan tubuh, yang dapat meningkatkan kadar HDL atau kolesterol baik sekaligus menurunkan lemak jahat dalam darah sehingga menurunkan resiko penyakit degeneratif menyerang kita.
Penelitian terhadap 250.000 orang Jepang oleh Japan’s National Cancer Centre Research Institute tahun 1982 pun menunjukkan mereka yang setiap hari mengkonsumsi tempe memiliki resiko yang rendah terhadap penyakit kanker semua itu dikarenakan oleh berbagai jenis vitamin B sepeerti B1, B2, dan B12 yang bermanfaat untuk metabolisme sel darah merah, meningkatkan kekebalan dan memperbaiki fungsi sistem syaraf. Zat antibiotik dan antibakteri pencegah E-coli baik untuk mencegah diare dan kolera. Tempe mampu mencegah penyakit kekurangan darah atau anemia karena tingginya kandungan mineral dan zat besi dan zinc dan yang mudah diserap darah.
Kandungan protein tempe bahkan lebih tinggi dibanding protein dari hewani. Sebagian orang memiliki alergi terhadap protein hewani, tapi dengan mengonsumsi tempe, tidak ada lagi masalah alergi yang akan terjadi. semua kelompok usia, mulai dari bayi hingga lanjut usia. Tidak berhenti sampai di sana, makanan yang amat terkenal setelah krisis pangan pasca Perang Diponegoro ini juga mengandung isoflavon dan riboflavonnya merupakan antioksidan yang bisa menangkal radikal bebas penyebab berbagai penyakit seperti kanker dan membuat kulit awet muda lebih lama.
Tips singkat seputar tempe:
- Sebaiknya tempe dimasak dengan cara seperti dibacem, digulai atau direbus dengan sayur. Tidak dianjurkan menggoreng tempe karena nutrisinya jadi banyak yang berkurang.
- Bagi anak balita, tempe bisa dijadikan masakan yang lebih sehat dengan cara direbus dengan sayuran.
- Jangan biarkan tempe terlalu lama di dalam lemari es atau lemari pendingin karena akan mempengaruhi kualitas dan kelezatan tempe tersebut.
Penulis: Yarpp
Post a Comment