Wahai Istri, Tanpa Anda Sadari Andalah Yang Menghancurkan Perkawinan Anda
loading...
Hancurnya Pernikahan - Ketika baru menikah terkadang seorang istri merasa agak
kewalahan menyadari besarnya tanggung jawabnya untuk mengasihi dan
mengurus suami. Mendadak hampir seluruh kesejahteraan dan kebahagiaan
orang lain sangat dipengaruhi oleh tindakan dan pilihan oleh sang istri.
Kaum wanita, kita hendaknya berhati-hati dalam mengurus suami dan
perkawinan kita.
Berikut ini ada beberapa hal yang tanpa Anda
sadari dapat menghancurkan suami dan perkawinan Anda. Jangan biarkan
hal-hal kecil merusak kesempatan Anda untuk mengecap kebahagiaan
terbesar dalam hidup ini. (Catatan: walaupun tulisan ini mengenai
wanita, namun berlaku juga bagi kaum pria)
Hidup melebihi kemampuan Anda
Seorang wanita
tua yang bijak pernah berkata kepada, "Hal terbaik yang dapat dilakukan
seorang wanita bagi suaminya ialah hidup sesuai dengan kemampuannya."
Istri, tunjukkan penghargaan dan rasa hormat Anda kepada suami dengan
mengikuti anggaran belanja secara saksama dan memanfaatkan
sebaik-baiknya apa yang Anda miliki.
Merengek terus-menerus karena
tidak cukup uang dan melakukan pengeluaran yang boros sehingga kartu
kredit Anda tidak dapat dipakai lagi adalah cara yang buruk untuk
menyatakan terima kasih kepada suami Anda yang setia dan sudah bekerja
keras untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Anda memang tidak mampu
membeli tas Gucci yang sudah berbulan-bulan Anda impikan, tetapi suami
Anda akan berterima kasih bahwa Anda sudah menghormati dia dan bersyukur
atas apa yang dia berikan.
Sikap negatif yang tiada hentinya
Anda benci
rambut Anda, rumah yang berantakan, tetangga sebelah yang nyinyir, teman
kerja yang tidak becus, mobil tua yang rongsok dan banyak tetek bengek
lainnya. Begitu suami pulang kerja Anda melontarkan semua kekesalan yang
memenuhi hati Anda hari itu.
Bayangkan beban seberat itu. Sikap
negatif menghabiskan energi. Walaupun pria suka membetulkan sesuatu yang
tidak beres, tetapi bila Anda membanjirinya dengan segala hal yang
negatif, sulit bagi dia untuk memecahkan persoalan Anda.
Satu hal
yang saya pelajari dari pernikahan ialah pria yang baik ingin hidup
bahagia, dan bila dia tidak dapat membantu Anda merasa bahagia, dia akan
sangat terganggu. Tidak ada salahnya, dan dapat dimengerti bila Anda
sesekali mengalami hari yang kurang menyenangkan, tetapi janganlah
setiap hari mengeluh.
Mementingkan hal-hal lain
Bila Anda lebih
memikirkan tentang anak, ibu, teman, bakat atau karir daripada suami
Anda, secara terang-terangan Anda menyatakan bahwa dia tidaklah penting.
Bayangkan bila selama bertahun-tahun seseorang melakukan hal itu
terhadap Anda. Apa yang akan terjadi dengan harga diri Anda?
Utamakanlah suami Anda.
Meskipun
hal itu mungkin terasa tidak sesuai dan tidak produktif, Anda akan
takjub bila menyadari bahwa itulah kunci bagi kebahagiaan terbesar dalam
perkawinan. Banyak pasangan bercerai karena mereka tidak saling
memperhatikan dan mengasihi serta tidak mengutamakan pasangan mereka.
Jika Anda memilih untuk saling mengutamakan, Anda akan menemukan kebahagiaan.
Tidak bersikap mesra terhadap suami
Kaum pria
merindukan dan membutuhkan kemesraan dari istri mereka, bila Anda terus
menerus mengabaikan hal ini mereka akan frustrasi.
Hubungan
jasmani tidak boleh diperalat untuk mengendalikan suami; hal itu
hendaknya dipandang sebagai cara yang sakral untuk menjalin ikatan kuat
antara Anda berdua.
Merupakan karunia yang besar bila Anda merasa
dibutuhkan dan dirindukan oleh seorang suami romantis yang ingin
menikmati sesuatu yang penting dan indah bersama Anda--cuma Anda. Walau
Anda tidak menginginkannya saat itu, sangatlah penting bahwa Anda
mengikuti kemauannya (bila memungkinkan) dan melewatkan waktu untuk
menjalin kasih sayang bersamanya.
Perbedaan antara wanita dan pria
Wanita suka memberi tanda (sudah menjadi naluri wanita). Pria tidak memahami tanda-tanda itu (sudah menjadi naluri pria).
Jangan
buang-buang waktu dengan memberikan tanda yang tidak dipahaminya:
Berbicaralah terus terang. Bersikaplah jujur tentang apa yang Anda
rasakan, jangan menunggu sampai Anda meletus. Bila dia bertanya ada apa,
jangan berdusta dengan menjawab "tidak ada apa-apa" tetapi berharap dia
bisa membaca pikiran dan emosi Anda. Bersikaplah terbuka dalam
menyatakan perasaan Anda.
Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Irma Shalimar dari artikel asli "5 ways you are unknowingly destroying your husband and killing your marriage" karya Katelyn Carmen.

Post a Comment