Wah Ternyata Terlalu Lama Cuti Hamil Dapat Meningkatkan Kematian Bayi
loading...
Ibu Hamil - Penelitian sebelumnya menghubungkan lamanya cuti setelah melahirkan
dengan tingkat kematian bayi di negara-negara maju. Penelitian terbaru
kembali meneliti tentang hal yang sama, namun kali ini pada negara
berkembang dan negara berpenghasilan rendah.
"Temuan kami menunjukkan, memperpanjang durasi cuti setelah bersalin merupakan instrumen potensial untuk mengurangi kematian bayi di negara-negara berkembang," kata peneliti utama, Arijit Nandi, seorang peneliti kesehatan dan kebijakan sosial di McGill University di Montreal.
Cuti terhubung ke berbagai manfaat kesehatan bagi ibu dan bayi. Termasuk kecepatan penurunan depresi postpartum, menyusui dan peningkatan tindak lanjut dengan pemeriksaan bayi secara rutin dan imunisasi.
Tidak hanya ibu. Posisi seorang Ayah sama pentingnya. Ayah mampu mengembangkan ikatan yang lebih kuat dengan anak-anak mereka ketika mereka lebih lama tinggal di rumah.
Dilaporkan dari Fox News, Sabtu (9/4), untuk penelitian ini, Nandi dan rekannya meneliti data 300 ribu anak yang lahir lebih dari delapan tahun lalu.
20 persen berpenghasilan rendah dan merupakan anak dari negara-negara berkembang di Afrika, Asia dan Amerika Latin. Rata-rata,sekitar 55 dari setiap 1.000 bayi telah meninggal selama periode penelitian. Kematian dikenal sebagai periode neonatal, atau bulan pertama kehidupan.
Salah satu batasan dari analisis ini adalah peneliti mengandalkan ibu untuk mengingat waktu kelahiran dan kematian anak-anak. Tim peneliti juga hanya melihat kebijakan cuti pemerintah yang mungkin tidak selalu mencerminkan jumlah waktu yang dibutuhkan wanita. Ria Situmorang
"Temuan kami menunjukkan, memperpanjang durasi cuti setelah bersalin merupakan instrumen potensial untuk mengurangi kematian bayi di negara-negara berkembang," kata peneliti utama, Arijit Nandi, seorang peneliti kesehatan dan kebijakan sosial di McGill University di Montreal.
Cuti terhubung ke berbagai manfaat kesehatan bagi ibu dan bayi. Termasuk kecepatan penurunan depresi postpartum, menyusui dan peningkatan tindak lanjut dengan pemeriksaan bayi secara rutin dan imunisasi.
Tidak hanya ibu. Posisi seorang Ayah sama pentingnya. Ayah mampu mengembangkan ikatan yang lebih kuat dengan anak-anak mereka ketika mereka lebih lama tinggal di rumah.
Dilaporkan dari Fox News, Sabtu (9/4), untuk penelitian ini, Nandi dan rekannya meneliti data 300 ribu anak yang lahir lebih dari delapan tahun lalu.
20 persen berpenghasilan rendah dan merupakan anak dari negara-negara berkembang di Afrika, Asia dan Amerika Latin. Rata-rata,sekitar 55 dari setiap 1.000 bayi telah meninggal selama periode penelitian. Kematian dikenal sebagai periode neonatal, atau bulan pertama kehidupan.
Salah satu batasan dari analisis ini adalah peneliti mengandalkan ibu untuk mengingat waktu kelahiran dan kematian anak-anak. Tim peneliti juga hanya melihat kebijakan cuti pemerintah yang mungkin tidak selalu mencerminkan jumlah waktu yang dibutuhkan wanita. Ria Situmorang

Post a Comment