Mengenal Lebih Jauh Tentang Terapi Bekam Atau Cupping Terapi Sebagai Pengobatan Alternatif
loading...
Akhir-akhir ini terapi bekam sedang ramai dibahas dikarenakan para
atlet olimpiade Rio 2016 memilih terapi bekam sebagai obat alternatif
kesehatan tubuh mereka. Dikutip dari Webmd, Terapi bekam atau
Cupping therapy adalah suatu bentuk alternatif pengobatan dengan memakai
sebuah wadah yang berbahan dasar kaca, bambu, dan tembikar, kemudian
ditempatkan kepada bagian tubuh untuk menyedot kulit disekitar wadah
tersebut.
Terapi bekam dipercaya untuk membantu aliran darah
lancar yang tersumbat atau membeku. Terapi bekam sudah cukup lama
dikenal dan merupakan kepercayaan yang berasal dari kitab pengobatan
kuno yang berasal dari Mesir, China dan Timur Tengah.
Pada tahun
2012 sebuah studi yang diterbitkan oleh jurnal PLoS ONE menyebutkan
bahwa terapi bekam memiliki manfaat lebih dari sekedar efek plasebo.
Peneliti Australia dan Cina antara tahun1992 dan 2010, menyimpulkan
bahwa terapi bekam mungkin dapat lebih efektif bila dikombinasikan
dengan perawatan lain seperti akupuntur atau obat dalam menyembuhkan
berbagai penyakit dan kondisi. Tetapi para peneliti tersebut mengakui
bahwa masih ada kemungkinan lain dan perlu dikaji ulang karena masih
mengandung bias.
Terapi bekam memiliki dua jenis metode, yakni
bekam basah dan bekam kering. Kedua jenis bekam menggunakan zat yang
mudah terbakar seperti alkohol, herbal, atau kertas yang kemudian
ditempatkan di dalam wadah kaca atau gelas dan dibakar. Setelah api
padam, tempatkan cangkir terbalik di bagian kulit yang diinginkan.
Saat
itulah tercipta ruang hampa dalam gelas tersebut yang kemudian akan
menyebabkan kulit terasa tertarik dan memerah serta pembuluh darah yang
mengembang. Selama terapi bekam cukup biarkan kurang lebih 10 menit.
Cara lainnya yang lebih modern adalah menggunakan pompa karet untuk
menciptakan vakum di dalam wadah gelas. Kita hanya memompa dengan tangan
dan cukup lentur saat melepaskan dan menggunakannya lagi.
Banyak
manfaat yang didapatkan dari terapi bekam. The British Cupping Society
mengatakan terapi bekam bisa mengobati berbagai kondisi walau belum
didukung oleh penelitian tetapi banyak organisasi mengatakan terapi
bekam memiliki banyak manfaat, seperti: kelainan darah seperti anemia
dan hemophilia, rematik, masalah kulit, jerawat, hipertensi, migraine,
dan lain-lain. Biasanya area yang sering digunakan untuk terapi bekam
yaitu leher, punggung, pinggang, paha, kaki, dada dan kepala.
Adapun
efek samping dari terapi bekam antara lain ketidaknyamanan, luka bakar,
kulit memerah atau hingga infeksi kulit. Dan menurut The British
Cupping Society sendiri mengatakan terapi bekam tidak boleh dilakukan
oleh wanita hamil atau menstruasi, penderita kanker metastail (kanker
yang telah menyebar dari satu bagian ke bagian tubuh yang lain), dan
orang yang patah tulang.
Sekali lagi yang perlu Anda perhatikan
adalah tetap melakukan konsultasi atau ke dokter spesialis untuk
melakukan terapi bekam. Apakah penyakit Anda bisa terobati dengan terapi
bekam atau tidak.

Post a Comment